Banjir Kritikan Pedas, Inilah Balasan Zeys EVOS untuk Netizen

Banjir Kritikan Pedas, Inilah Balasan Zeys EVOS untuk Netizen

Tak banyak yang menyangka jika Burmese Ghouls bisa bermain dengan sangat baik di babak Playoff. Meskipun tak bisa mencapai babak final, tapi mereka berhasil mengalahkan salah satu tim favorit juara dari Indonesia, EVOS Legends. Banyak penonton yang terkejut atas kekalahan EVOS dari juara MPL Myanmar tersebut.

Dilansir dari One Esports dan Instagram RevivalTV, jika kita melihat track record di babak Playoff MPL Invivational 4 Nation Cup, Burmese Ghouls harus menerima kekalahan telak dari Resurgence. Tapi kekalahan itu mungkin saja diakibatkan karena banyaknya technical issue yang terjadi pada mereka.

Hal itu bisa kita lihat dalam pertandingan kontra Resurgence banyak sekali Game pause yang terjadi. Kekalahan ini tentu saja membuat Burmese Ghouls harus terjun ke lower bracket. Di hari kedua mereka berhadapan dengan tim terbaik dari Malaysia, Geek Fam.

Mereka membuktikan kapasitasnya sebagai tim terbaik di Myanmar di lower bracket. Geek Fam Malaysia menjadi korban pertama mereka di babak Playoff. Banyak penonton yang lebih mendukung Geek Fam Malaysia karena performa mereka berhasil melonjak pesat setelah kalah dari EVOS Legends.

Tanpa ampun, Burmese Ghouls menggilas Geek Fam Malaysia dan telah membuat runner up MPL MY/SG itu terhenti di MPLI 4 Nation Cup. Di babak selanjutnya, Ace dkk berhadapan dengan EVOS Legends yang juga harus terjun ke lower bracket setelah kalah dari RRQ Hoshi.

Tak pandang bulu, Burseme tetap bermain sangat agresif ketika menghadapi runner up MPL Indonesia Season 5. Permainan hardcore dari Ace benar-benar sangat membuat para pemain EVOS Legends tak berdaya. Padahal mereka telah melakukan respect banned terhadap Hero andalan Ace, Hayabusa.

Baca Juga : Peak Day Rampage’s Invitation, Login dan Dapatkan Hadiahnya

Dengan agresivitas mereka, Burmese Ghouls berhasil mengalahkan EVOS Legends dengan skor 2-0. Dengan kemenangan ini Burmese Ghouls kembali bertemu Resurgence di babak final lower bracket setelah mereka juga harus terjun karena menerima kekalahan telak dari RRQ Hoshi.

Sementara itu kekalahan ini tentu saja membuat asa pemain EVOS Legends untuk mendapatkan gelar MPLI 4 Nation Cup harus sirna. Tak mendapatkan hasil yang diharapkan, banyak komentar netizen yang menyalahkan sosok Zeys yang terjun sebagai pemain sekaligus pelatih.

Banyak netizen yang menyerang postingan pelatih asal Singapura tersebut. Sekitar ada lebih dari 17 ribu komentar netizen yang masuk postingan Zeys. Tak sedikit dari mereka yang memberikan kritik pedas, bahkan Zeys dengan terpaksa harus mengunci komentar untuk unggahannya tersebut.

Dilansir dari One Esports, Zeys menyatakan bahwa dirinya tak memusingkan celaan dan kritikan para netizen kepadanya. Menurutnya, kritikan juga akan membuat dia dan timnya bisa berkembang lagi di waktu yang akan datang. Dia berterima kasih kepada fans setia EVOS dan dia menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

Terkait dengan pertandingan kontra Burmese Ghouls, Zeys menambahkan bahwa timnya tak memiliki waktu banyak untuk melakukan persiapan. Karena jeda istirahat mereka setelah melawan ONIC Esports hanyalah 30 menit. Tentu saja hal ini tidak cukup untuk menganalisis permainan dari Burmese Ghouls.

Zeys juga mengakui jika tim perwakilan dari Myanmar itu bermain dengan sangat baik, bahkan dirinya tak bisa memprediksinya. Gaya permainan yang mereka tampilkan berbeda jauh setelah menerima kekalahan dari Resurgence di hari pertama babak Playoff.

Baca Juga : Top 5 Terminator dalam Squad Playoff PINC 2020 Pekan Kedua

Kegagalan EVOS Legends di ajang MPLI ini terbilang wajar-wajar saja karena chemistry antar pemain belum begitu sempurna. Rekt, Wan, dan Rexxy belum menjalin chemistry dengan begitu kuat dengan Zeys meskipun dia sudah lama berada di EVOS Legends.

Apalagi Pendragon juga termasuk pemain muda yang baru terjun di scene kompetitif. Setelah resmi bergabung, dia langsung menjadi pemain inti dari EVOS Legends. Itu juga bukanlah pekerjaan yang mudah karena beban dia emban tentu saja sangatlah berat.

Hal ini berbanding terbalik dengan RRQ Hoshi yang sudah memiliki chemistry sangat baik. Para pemain yang bermain di MPLI masih sama dengan pemain ketika menjuarai MPL Season 5.

Perjalanan Zeys dan Pendragon bersama EVOS Legends masih panjang. Mereka masih memiliki banyak waktu untuk terus berkembang, apalagi Pendragon yang masih sangat muda. Tak menutup kemungkinan suatu saat dia bisa menjadi pemain legendaris seperti pemain Mobile Legends EVOS lainnya yaitu Donkey dan Oura.

admin

Postingan Terbaru

Read also x