Haters Merajalela! Bagaimana Cara ION Esports Menghadapinya?

Haters Merajalela! Bagaimana Cara ION Esports Menghadapinya?

Haters adalah salah satu spesies yang tak akan pernah habis di muka bumi ini. Setiap profesi pasti memiliki haters, begitu juga di dunia esports yang penuh ingar-bingar. Tampil lebih banyak di layar, tim yang sedang naik daun atau terlihat menonjol dalam game merupakan sasaran empuk komentar jahat.

ION Esports adalah salah satu tim yang tampil menonjol di PINC 2020 silam. Tim esports satu ini bahkan tampil menonjol di PMPL Season 2. Kritikan dan hujatan tak jarang ditemukan terutama di kolom komentar siaran live streaming. Apalagi, kepercayaan diri yang diperlihatkan oleh Hijrah dan kawan-kawan memicu netizen bersumbu pendek untuk berkomentar.

Baca Juga :  PUBG Akan Dibuatkan Film dan Tv Series oleh Krafton

Untuk menanggapi para pembenci, ION Esports tak banyak ambil pusing. Mau tahu bagaimana cara Hijrah, Liquid, RedFaceN, Auro, dan Jerrsy menghadapi komentar negatif? Simak cerita mereka di bawah ini, siapa tahu bisa jadi inspirasi bagi Sobat Gamers!

Belajar Cuek dan Bodo Amat

Inspirasi Jerrsy, Anggota Termuda ION Esports Saat Ini (2)

Pemain ION Esports  mengalami banyak hal dengan haters. Namun, S1nyo sang coach mengatakan bahwa komentar negatif yang tak membangun dan tak beralasan memang tak perlu dipedulikan. Mengesampingkan hal-hal buruk lebih baik daripada terus memikirkannya.

“Belajar cuek dan masa bodoh. Soalnya dari segitu banyak komentar, pasti ada orang-orang yang tetap nge-support kita. Kalau kita bisa ambil positif, kenapa harus fokus dengan yang negatif?”

Liquid juga memberikan pendapatnya mengenai haters. “Kalau aku, sih, enggak usah nanggepin. Semakin nanggepin, bakal ngaruh ke mental.”

Baca Juga :  Cara Mudah Membuat Turnamen Mobile Legends

Di sisi lain, Jerrsy membagikan sedikit cerita mengenai haters yang masih diingatnya hingga saat ini. “Pas awal-awal masuk ION, aku miskom, terus dihujat. Lama-kelamaan dihujat, jadi masa bodoh aja. Daripada diambil hati, malah makin sakit hati. Jadi, mending didiemin. Banyak, kok, yang support kita di belakang.”

Ambil Sisi Positifnya

Bagaimana Cara ION Esports Hadapi Haters_

Meski haters senantiasa mengikuti perjalanan karier seseorang, keberadaan fans atau pendukung juga pasti ikut menyertai. Umur tim ION Esports memang masih terbilang muda. Namun, Hijrah, Liquid, RedFaceN, Auro, dan Jerrsy berhasil merebut hati banyak orang lewat pertandingan-pertandingan yang mereka hadapi.

Daripada memusingkan haters, ION Esports lebih memilih abai dan fokus saja pada orang-orang yang mendukung mereka dalam berbagai situasi. Terutama, penggemar yang tetap mendukung meski tim sedang jatuh.

Hal ini pun telah disampaikan oleh S1nyo dan Jerrsy sebelumnya. Hijrah pun memiliki pendapat yang sama.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Bogor Mendukung Penuh Kehadiran Esports

Haters enggak kuanggap, sih. Apa itu haters?” canda Hijrah. “Aku udah kebal sama haters. Yang aku pikirin orang yang dukung saja. Lebih banyak, kok, yang dukung daripada yang nge-hate.”

“Buat haters, kamu tontonin kami terus. Siapa tahu kamu jadi fans kami juga,” lanjut RedFaceN.

“Tetap support kita apapun yang terjadi. Meskipun kami lagi di atas atau kami lagi jatuh. Kalau buat haters, tunggu saja, kami bakal bikin kalian kecewa,” ungkap S1nyo.

Hijrah turut berterima kasih pada haters yang membuat mereka semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi. “Terima kasih sudah jadi haters. Karena haters, kami jadi kayak gini.”

Fokus Jadi Juara

Lika-liku Jadi Pro Player, Inspirasi RedFaceN ION Esports 2

Berada di bawah bendera yang sama membuat ION sering dibanding-bandingkan dengan Bigetron RA. Apakah hal ini menjatuhkan mental Hijrah, Liquid, RedFaceN, dan Jerrsy?

“Dibandingin, sih, sering, tapi kalau masalah sebanding, ya enggaklah. Mereka pengalamannya sudah jauh. Tapi, kami enggak mau kalah sama mereka, kami ngejar. Kalau belum sebanding, kami tetap kejar,” Hijrah memberikan komentar mewakili timnya.

Memang, prestasi adalah cara termanis untuk membungkam hatersCoach menyampaikan bahwa tim harus tetap fokus pada tujuan sambil memperbaiki kesalahan perlahan-lahan.

“Semua tim esports pasti ingin mencapai puncak, pengen juara satu di turnamen terbesar. Yang penting, kita harus terus belajar buat konsisten, disiplin, sama komunikasi. Belajar sambil memperbaiki tim, biar lebih baik lagi.”

Baca Juga :  Cara Jago Main CSGO ala Pro Player Tim G2

Sementara itu, Hijrah menyampaikan bahwa rasa percaya diri adalah mental yang harus dibina agar lebih kuat menghadapi segala rintangan dan kemungkinan. Keyakinan yang kuat untuk memperoleh kemenangan harus ditanamkan dalam benak.

“Harus percaya bahwa kita bisa, enggak kalah sama yang lain. Yakin aja dulu. Walaupun kalah, percaya saja kita pasti bisa karena ini belum waktunya (untuk gagal). Pasti bisa kalau kita mau berusaha,” ujar support dari ION tersebut.

admin

Postingan Terbaru

Read also x