Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports

Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports

Mungkin secara statistik data pertandingan performanya tak begitu kelihatan. Namun kesuksesan sebuah tim tak lepas dari peran seorang In Game Leader. Hijrah adalah pemain dari ION Esports yang mengemban tugas itu sembari mendukung teman-temannya sebagai Support.

Pro player yang mahir menggunakan senjata G36C dan AKM ini berhasil membawa tim ION Esports kePUBG Mobile Pro League (PMPL) Season 2 Ladies Tournament, Belletron Ace Ratu Baru PUBGMluar sebagai juara PINC 2020. Tim besutan Bigetron Esports ini berhasil mencuri spotlight. Para penggemar esports PUBG Mobile ingin kembali menyaksikan aksi tim ION Esports pada turnamen yang akan datang.

Mulai Fokus di Esports

Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports 2

Pemilik nama asli Albar Fahreza ini mengadopsi kata ‘Hijrah’ sebagai nama in game-nya. Alasannya, dia ingin menjadi pribadi yang terus berkembang lebih baik di esports PUBG Mobile. Hijrah sudah terjun untuk fokus ke game sejak tahun 2016.

Awalnya, anak muda asal Samarinda ini rutin mengikuti turnamen-turnamen yang digelar secara online. Sebelum memutuskan untuk fokus pada game PUBG Mobile, Hijrah juga memainkan game-game PC seperti Point Blank dan Apex Legends. Bahkan anak muda kelahiran 8 Juli 1998 ini mengatakan bahwa dia sempat mengikuti turnamen dari game-game tersebut.

Baca Juga :  PUBG Mobile Pro League (PMPL) Season 2 Ladies Tournament, Belletron Ace Ratu Baru PUBGM

Hingga suatu ketika dia ditawarkan untuk mengikuti trial di game PUBG Mobile dari salah satu tim esports yang tertarik dengan keahliannya. Hijrah menyelesaikan masa percobaan dengan sangat baik hingga akhirnya diajak untuk terbang ke Jakarta dan bergabung dengan tim. Masuk ke manajemen Bigetron Esports sejak tahun 2019, menjadikan Hijrah sebagai anggota pertama di ION Esports.

Setiap Hari Main Game PUBG Mobile

Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports 5

Hijrah dan teman-teman ION Esports menghabiskan enam hari selama seminggu untuk berlatih game PUBG Mobile. Selain berlatih selama enam sampai delapan jam, mereka juga melakukan siaran live streaming dari hari Senin sampai Jumat.

Sebagai pro player, Hijrah menyampaikan bahwa mereka tetap memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi. “Jadi pro player enggak nyantai, enggak cuma main game doang, kita punya tuntutan loh.”

Bermain game memang menyenangkan. Namun ketika hal itu sudah menjadi bagian dari pekerjaan, rasanya sangat manusiawi jika muncul rasa bosan. Masing-masing pro player menghadapi rasa bosan itu dengan berbagai cara.

Baca Juga :  Blade & Wings Jadi Game Unggulan Terbaru di Genre MMORPG

“Kalo bosan sih enggak, tapi jenuh iya. Seharian main, tiap hari latihan, buka hape buka PUBG Mobile. Semuanya pasti ada rasa jenuh. Selingi dengan main game PC atau nongkrong sama teman-teman,” jelas anak muda penyuka anime serial One Piece ini.

Dunia Pro Player di Jakarta

Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports 3

Jika tidak bersama ION Esports, Hijrah mengatakan bahwa saat ini dia pasti tidak berada di Jakarta dan fokus menempuh pendidikan di bangku kuliah. Jalan yang diambilnya untuk menekuni esports membuatnya harus meninggalkan segala kenyamanan yang ada di kampung halaman.

Memilih untuk berprofesi sejak di usia muda membuat Hijrah harus tinggal jauh dari orangtua dan teman-teman lamanya. Hal ini adalah salah satu konsekuensi yang dirasakannya sebagai pro player. Selain itu, sebagai in game leader Hijrah merasa paling sedih ketika menyaksikan timnya sedang down.

Baca Juga :  Inspirasi Jerrsy, Anggota Termuda ION Esports Saat Ini

Namun disamping itu dia juga menemukan teman-teman dan keluarga baru di Jakarta. Juga, dengan penghasilannya saat ini pro player yang mengagumi Pevita Pearce ini menjadi anak yang mandiri tanpa perlu membebani orangtua.

Untuk Cita-cita ION Esports

Hijrah dari Tanah Borneo, In Game Leader untuk ION Esports 4

Setelah bergabung dengan Bigetron Esports, kehidupan dan kebutuhan Hijrah dan timnya lebih terjamin. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan saat turnamen, semuanya tersedia. Mereka hanya perlu fokus pada performa, sementara organisasi yang akan mengurus semuanya.

Hijrah memiliki harapan yang besar untuk tim ION Esports. “Semoga ION bisa menjadi tim terbaik, tim yang enggak cepat puas, dan bisa lebih dewasa. Terutama buat teman-teman di ION, aku pengen bantu mereka buat capai cita-cita mereka.”

Sebagai In Game Leader, Hijrah memiliki tanggung jawab yang besar untuk teman-teman satu timnya. Penyuka musik-musik dengan beat penuh semangat ini rela mendahulukan kepentingan tim daripada dirinya sendiri.

Sosok yang Berpengaruh dalam Karier

 

Lika-liku Jadi Pro Player, Inspirasi RedFaceN ION Esports 2

Bagi Hijrah, orangtua adalah sosok yang paling berpengaruh dalam hidupnya. “Orangtua nomor satu. Karena mereka yang paling dukung semuanya. Mau sukses di esports juga tujuannya buat bahagiain orangtua.”

Baca Juga :  Garena Bawa Semangat Kemerdekaan pada Update Call of Duty: Mobile

Hijrah berterima kasih kepada orang-orang yang mendukungnya hingga saat ini, mulai dari keluarga, teman, fans, bahkan haters. ION Esports memiliki prinsip untuk lebih memikirkan dan peduli pada orang-orang yang mendukung mereka ketimbang orang-orang yang ingin menjatuhkan. Sebab mereka percaya, bahwa lebih banyak orang yang mendukung mereka saat ini daripada haters.

Anak muda yang menyukai film action dan horor ini menyampaikan bahwa haters adalah pihak yang patut diucapkan terima kasih. Sebab bagi Hijrah, komentar-komentar haters malah membuat dia dan timnya termotivasi untuk tampil lebih baik lagi.

Perjalanan ION Esports di dunia kompetisi PUBG Mobile masih sangat panjang. Dukung terus tim berbakat ini agar bisa menjadi salah satu tim esports terbaik kebanggaan Indonesia.

admin

Postingan Terbaru

Read also x