Lockdown Membuat Topson OG Mungkin Tunda Pensiun

Lockdown Membuat Topson OG Mungkin Tunda Pensiun

Topias Taavitsainen alias Topson OG adalah pemain yang memiliki dua trofi Aegis of Champions. Dia juga menjadi satu-satunya pemain di Dota 2 pro dengan win rate 100 persen di The International. Topson sempat rehat sejenak di tengah pandemi, namun ia kini telah kembali ke kancah kompetitif.

DIlansir dari VPEsports dan Liquipedia, baru-baru ini salah satu media online Rusia, Cybersport, berbincang bersama Topson. Ia berbicara tentang bagaimana lockdown telah memengaruhi latihan dan mungkin karier ke depannya. Bagaimanapun, hal itu mungkin bisa menunda rencananya untuk pensiun menyusul mantan rekan setimnya, JerAx dan Ceb.

Untuk saat ini, winning team OG yang meraih dua gelar TI berturut-turut hanya tersisa dua orang. Mereka adalah N0tail dan Topson OG, yang masih berjuang di bawah bendera tim kebanggaan mereka. Sayangnya, ketika kembali dari jeda panjang untuk bersiap menghadapi TI10, pandemi COVID-19 melanda dunia.

Los Angeles Major seharusnya adalah debut bagi Topson dan susunan tim OG yang baru. Bahkan dibandingkan kontestan lain, OG sudah sampai di Los Angeles lebih awal agar tidak mengalami jet lag di hari pertandingan. Sayangnya, menjelang hari H penyelenggara acara dan Valve mengumumkan pembatalan turnamen.

Baca Juga : AURA Fire Menang Mudah Atas Team SMG Di Grup A MPLI

Topson sendiri tidak menyangka, sejak momen itu situasinya akan berubah drastis seperti sekarang.

“Saya memahami situasi ini sangat serius dan semua orang langsung pulang jika perbatasan benar-benar ditutup. Namun saya memutuskan mampir ke Malaysia untuk mengunjungi pacar saya. Dua hari setelah itu, semua penerbangan internasional dari negara tersebut dibatalkan,” ujarnya kepada Cybersport.

“Kami benar-benar hanya di rumah dan belum pergi ke manapun. Kami pun mencari cara untuk bisa pulang ke Finlandia bersama-sama.”

Topson dan pacarnya saat ini telah berhasil kembali ke negara asalnya. Namun, pengalaman lockdown di Malaysia dijadikannya sebagai waktu untuk menjernihkan pikirannya dan bersiap menghadapi kompetisi selanjutnya. Ia kemudian ditanya tentang pengalaman bermain Dota 2 di Server Asia Tenggara.

Baca Juga : Valve Berjanji Cari Akar Masalah Dota 2 Coordinator

Tidak banyak hal yang ia bagikan, bahkan Topson sempat membiarkan Steam-nya tidak dibuka selama berminggu-minggu. “Ya saya memainkan pub matchmaking di Asia Tenggara dan sepertinya itu bukan pengalaman yang positif. Jadi saya tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain,” katanya.

Topson juga memilih untuk tidak menonton streaming pertandingan lain. Sebab, baginya tidak terlalu penting untuk melihat turnamen yang tidak melibatkannya. Itulah alasan mengapa turnamen berarti sangat besar bagi Topson.

Mengenai kelanjutan kariernya, Topson membuka kemungkinan untuk memperpanjang karier profesionalnya. “Saya memang akan pensiun musim depan jika saya terus bermain di turnamen Dota. Sebelumnya seperti itu, dan itu akan menjadi waktu yang sulit buat saya.

“Tetapi sekarang ada hal-hal lain di hidup saya yang bisa membuat saya tetap bersemangat di permainan,” katanya.

Sejak kembali aktif di dunia kompetitif Dota 2, Topson OG belum meraih trofi lagi. Pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner-up di turnamen tier 2 BLAST Bounty Hunt beberapa waktu lalu.

admin

Postingan Terbaru

Read also x