Performa Zeys dan Pendragon Masih Biasa-Biasa Saja

Performa Zeys dan Pendragon Masih Biasa-Biasa Saja

Pada Sabtu (20/6) kemarin, Zeys dan Pendragon menjalani debut mereka sebagai pemain EVOS Legends. Mereka bertanding melawan runner up MPL MY/SG Season 5, Geek Fam Malaysia dalam perebutan upper bracket di babak playoff Mobile Legends Invitational 4 Nation Cup.

Dilansir dari One Esports, dalam pertandingan tersebut, EVOS Legends menang dengan skor 2-1. Jika kita perhatikan, Zeys ataupun Pendragon bermain sangat apik. Padahal permainan dari tim Geek Fam Malaysia terbilang sangat galak, terutama di Game kedua hingga berjalan sangat lama.

Sebenarnya Zeys bukanlah sosok yang asing bagi EVOS Legends karena dia adalah sosok penting yang membawa tim menjadi juara M1 2019 lalu. Ya, dia adalah seorang pelatih yang pada turnamen kali ini langsung terjun langsung menjadi seorang pemain.

Kabar mengenai akan bermainnya Zeys sebagai pemain inti sebenarnya sudah lama berhembus ketika Donkey membocorkannya dalam live streaming. Zeys sempat membantah kabar tersebut karena menurutnya tidak ada sosok pelatih berkualitas yang bisa menggantikan posisinya.

Tapi sekarang perkataan Donkey itu menjadi kenyataan dimana Zeys langsung terjun payung menjadi pemain. Dia melakukan hal itu tentu saja memiliki alasan tersendiri. Menurutnya Bajan yang merupakan Tank utama pada MPL Season 5 lalu belum memiliki kemampuan leader yang sangat baik.

Sementara Pendragon juga merupakan pemain incaran Zeys sebelum MPL Season 5 lalu. Tapi impian untuk mendapatkan pemain asal Surabaya itu harus tertunda karena Pendragon harus menuntaskan sekolahnya terlebih dahulu.

Baca Juga : Rekap Pertandingan MPLI 4 Nation Cup Grup B Pekan Pertama

Pada pertandingan melawan Geek Fam Malaysia lalu, Zeys memainkan Hero Atlas di Game pertama. Sementara Pendragon menggunakan Hero favoritnya yaitu Uranus. Keduanya berhasil membawa EVOS Legends mendapatkan kemenangan di Game pertama.

Di Game kedua Zeys menggunakan Tank yang lebih agresif yaitu Grock. Sementara Pendragon menggunakan Esmeralda dengan tujuan untuk counter Uranus di sidelane. Meskipun bermain sangat apik, EVOS Legends harus menelan kekalahan pertama dengan durasi pertandingan sangat lama.

Pertandingan terpaksa harus dilanjutkan hingga Game ketiga. Di Game kali ini Zeys menggunakan Popol and Kupa sebagai support. Sementara Pendragon menggunakan Thamuz di offlane. Di Game ketiga ini mereka berhasil membawa timnya meraih kemenangan dan mereka berhak berada di posisi upper bracket.

Terlepas dari hal itu, Zeys mengungkapkan kepada One Esports bahwa performanya bersama Pendragon masih biasa-biasa saja. Dia belum menunjukkan performa terbaiknya pada laga pertamanya sebagai pemain EVOS Legends.

Baca Juga :  Rekap Pertandingan MPLI 4 Nation Cup Pekan Pertama Grup C

Dia juga mengungkapkan bahwa Pendragon masih memiliki performa yang standar. Zeys mengakui jika Pendragon masih dalam proses adaptasi dengan tim dan Gameplay scene kompetitif. Meskipun dia telah mendapatkan banyak gelar supreme, tapi  hal itu tidak menjamin performanya di kancah kompetitif.

Kemenangan atas Geek Fam Malaysia akan membuat EVOS Legends memiliki waktu yang lebih lama untuk terus berlatih. Karena mereka bakal berada di upper bracket melawan tim-tim yang menjadi juara MPL MY/SG, MPL ID, dan MPL Myanmar.

Dengan begitu EVOS Legends memiliki kemungkinan melawan RRQ Hoshi, Resurgence, dan juara MPL Myanmar di upper bracket. Sementara Geek Fam Malaysia berada di lower bracket akan melawan juara grup C yang akan ditentukan pada pekan kedua.

Perlu kita ketahui bahwa Geek Fam Malaysia merupakan salah satu tim Mobile Legends terbaik yang ada di Asia Tenggara. Kemenangan EVOS Legends tentu saja bukanlah prestasi yang biasa-biasa saja meskipun status mereka adalah juara M1 tahun lalu.

Performa EVOS Legends masih akan tetap berkembang pada pertandingan selanjutnya. Apalagi mereka akan bertemu dengan tim-tim yang lebih kuat lagi terutama Resurgence yang merupakan juara MPL MY/SG Season 5. Bahkan EVOS bisa saja bertemu lagi dengan musuh bebuyutan mereka, RRQ Hoshi.

Kita tentu saja berharap bahwa di babak final bakal terjadi pertarungan antara RRQ Hoshi dan EVOS Legends. Karena pertarungan kedua tim ini sangat dinantikan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tak heran jika laga itu dijuluki sebagai el clasico Mobile Legends Indonesia.

Kita tentu saja sangat berharap jika semua tim-tim Indonesia yang bermain di Mobile Legends Invitational 4 Nation Cup bisa bermain dengan baik. Meskipun skalanya masih di bawah MSC, tapi tetap saja siapapun yang menang akan mengharumkan tim mereka di kancah internasional.

 

admin

Postingan Terbaru

Read also x